Selasa, 11 Agustus 2020

Relasi Elit dan Massa

Relasi Elit Dan Massa


Secara terminologi, sebagaimana diungkapkan oleh para pemikir yang tergolong dalam elite theorists, seperti Vilfredo Pareto, Gaetano Mosca, dan Suzanne Keller, elit menunjuk pada kelompok atau golongan yang ada di suatu masyarakat yang memiliki keunggulan atau superioritas apabila dibandingkan dengan kelompok atau golongan lainnya.

Meskipun elit berperan sebagai pihak yang mendominasi dan massa sebagai pihak yang didominasi akan tetapi dalan hubunganya antara elit dan masa, elit sama sekali tidak memiliki makna tanpa adanya kehadiran massa. Terutama dalam paham demokrasi yang menjungjung keberadaan massa, dimana kekuasaan merupakan kontrak atau perjanjian sosial dan kekuasaan tertinggi berada ditangan massa (rakyat). 

Dalam proses pemilu para elit-elit politik untuk mendapatkan, mempertahankan dan mempertahankan status quo atau kekuasaan mereka akan berusaha membangun relasi yang baik dengan massa, agar mendapat dukungan yang besar atau kuat dari massa tersebut. Di sisi lain tidak sedikit massa yang berusaha membangun relasi dengan para elit agar kepentingannya dapat terepresentasikan. Sehingga dalam hal ini relasi yang terbentuk antara elit dan massa terjadi karena adanya orientasi untuk pemenuhan atau pencapaian kepentingan masing-masing.

Jika relasi elit dan massa terintegrasi dengan baik maka akan menghasilkan feedback yang baik bagi kedua pihak. Dimana apabila elit berhasil merepresentasikan kepentingan massa, maka kemakmuran akan dapat tercapai serta meningkat, dan secara otomatis akan menciptakan legitimasi yang tinggi dari massa terhadap kelompok elit tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Politik Identitas dan Multikulturalisme

Dinamika Politik Identitas dan Multikulturalisme di Indonesia Setiap negara pasti memiliki dimensi keejarahan identitas dan politik identi...