Dunia internasional saat ini sedang menglami krisis kesehatan karena adanya pandemi Covid-19. Dalam menghadapi krisis kesehatan ini, pendekatan utama sebagai langkah prepentif sekaligus pemutusan rantai pandemi yang dilakukan oleh negara-negara di dunia adalah dengan menerapkan kebijakan physical distancing, sesuai dengan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh WHO. Setiap negara mengimplemementasi kebijakan tersebut dengan tingkatan yang berbeda-beda, ada yang mengimplementasi secara total dengan melakukan lockdown secara keseluruhan, ada pula yang hanya melakukan pembatasan atau hanya melakukan karantina pada wilayah tertentu.
Adanya pandemi Covid-19 yang melanda, bukan hanya menimbulkan permasalahan kesehatan tetapi juga berimbas terhadap seluruh aspek sosial lainnya, seperti aspek ekonomi, sosial, pendidikan, budaya, politik, termasuk politik luar negeri serta hubungan internasional. Dengan adanya imbas yang bersifat multidimensional yang menjadi ancaman seluruh negara-negara di dunia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlua adanya suatu pendekatan ideal dengan melakukan kerja sama antar negara di dunia.
Pada tatanan dunia, pandemi Covid-19 secara tidak langsung menimbulkan perubahan yang sangat besar terhadap sistem internasional, terutama terhadap pola dalam hubungan internasional. Kondisi pandemi saat ini memaksa negara-negara di dunia untuk memperkuat nasionalismenya, serta memperkuat kapasitasnya dalam menghadapi pandemi. Para pemimpin politik negara-negara di dunia saat ini lebih cenderung mengambil langkah yang bersifat isolasionis dan lebih disiplin dalam berhubungan dengan negara lain. Sehingga akan sedikit sulit untuk mengembalikan dunia yang terintegrasi secara global, khususnya dalam bidang ekonomi-politik.
Secara sederhana saat ini negara-negara di dunia cenderung akan lebih fokus terhadap negaranya masing-masing, dan tidak akan terlalu menghiraukan apa yang terjadi di luar negaranya. Negara-negara mengupayakan untuk melakukan pemenuhan kebutuhan dalam negeri dibandingkan mencoba mengatasi permasalahan yang bersifat regional ataupun global. Sehingga secara tidak langsung dunia akan mengalami resesi demokrasi di banyak negara, karena peranan negara yang semakin besar terutama dalam mengatur hajat hidup rakyatnya, termasuk dalam hal membatasi pergerakan rakyatnya.
Terjadinya perubahan pada perilaku politik negara-negara di dunia, serta perubahan sistem dan pola hubungan internasional menjadi suatu keniscayaan. Perubahan yang nyata adalah ketika pola hubungan posistive sum yang didasarkan pada demokrasi, interdependensi dan multilateral, semakin tidak efektif. Pola hubungan internasioal mengalami pergeseran pada pola hubungan yang bersifat zero sum, dimana negara-negara di dunia akan saling berkompetisi dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri, mencoba mengurangi ketergantungan dari pihak luar, secara agresif mengamankan negaranya dari paparan dunia luar, serta mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang lebih mengarah pada unilateralisme.
Pola hubungan zero sum sejatinya kurang baik bagi tatanan dunia dalam sistem internasional. Dimana dalam jangka waktu yang lebih lama, sistem internasioanal akan menjadi arena kompetisi antar negara-negara di dunia. Apalagi di masa pandemi saat ini, seperti yang sudah disampaikan diawal bahwa untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya suatu pendekatan ideal dengan melakukan kerja sama antar negara di dunia.
Pola hubungan internasional yang ideal dilakukan pada saat ini adalah pola hubungan sederajat. Hal tersebut dikarenakan ketentuan hukum alam yang tidak bisa dihindari, bahwa suatu negara tidak akan mampu berdiri sendiri sendiri tanpa adanya bantuan dan kerja sama dengan negara lain. Tujuan lainnya adalah untuk mejalin komunikasi serta menciptakan perdamaian dan kesejahteraan pada negara-negara di dunia, membangun solidaritas dan saling menghormati antar bangsa-negara, serta menegakkan kedaulatan dan batas-batas wilayah negara-negara di dunia, sehingga sistem internasional dapat terintegrasi dengan baik dan mampu menciptakan hubungan internasional yang ideal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar